jump to navigation

Resiko ancaman kepunahan biawak Komodo di CA Wae Wuul July 26, 2009

Posted by ekologi in Uncategorized.
Tags: , , , ,
trackback

Resiko ancaman kepunahan biawak Komodo di CA Wae Wuul

Pada populasi kecil, dibawah 200 individu (Lande et al 2000), seperti halnya biawak Komodo di Flores – termasuk CA Wae Wuul, resiko kepunahan menjadi sangat tinggi (Purvis et al, 2000) karena :

1. Pada populasi kecil potensi untuk berkembang biak sangat rendah akibat sedikitnya dan terpencarnya individu yang dapat bereproduksi. Pada populasi biawak Komodo di CA Wae Wuul, potensi untuk terjadinya perkawinan sangatlah rendah akibat terpencarnya individu-individu (lihat peta sebaran komodo di Wae Wuul).
2. Pada populasi kecil yang memiliki masa “life history” lambat (usia matang seksual untuk kawin dan masa mengerami telur yang lama) memiliki tingkat kepunahan tinggi karena resiko kematian lebih tinggi dari pada potensi rekrutmen. Biawak Komodo diketahui memiliki pola life history yang lambat, di mana usia matang seksualnya pada usia 5 tahun dan mereka bertelur tidak setiap tahun. Selain itu di Wae Wuul hingga saat ini tidak ditemukan lokasi yang berpotensi digunakan untuk bersarang.
3. Populasi kecil yang berada pada puncak rantai makanan, seperti halnya biawak Komodo, sangat rentan terhadap gangguan yang terjadi pada mangsanya. Berdasar survey KSP pada 2008 dan 2009, Mangsa biawak Komodo di CA Wae Wuul, khususnya rusa, sangatlah rendah (grafik) dibandingkan dengan kondisi mangsa di TN Komodo di mana populasi biawak Komodo di sana relative lebih aman.
4. Populasi kecil pada jenis-jenis yang memiliki wilayah jelajah sangat luas memiliki resiko kepunahan sangat tinggi karena dampak gangguan yang terjadi di dalam wilayah jelajahnya, seperti kehilangan dan gangguan habitat, perburuan, serta kompetisi dengan jenis lain, akan sangat berpengaruh. Biawak Komodo dewasa diketahui memilki luasan wilayah jelajah 2.78-5.4 km2, sementara di wilayah sekitar CA Wae Wuul sangat rawan terjadi kebakaran hutan, padang rumput, konversi habitat, perburuan rusa, bahkan tindakan manusia yang menganggap biawak Komodo sebagai ancaman baginya, yang secara langsung sangat berpengaruh terhadap tingginya resiko kepunahan biasak Komodo di CA Wae Wuul.
Terlepas dari argument di atas, hingga saat ini populasi biawak Komodo di Flores termasuk di CA Wae Wuul belum mendapat perhatian yang cukup baik dari sisi kajian ilmiah maupun dari sisi pengelolaan (monitoring berkala, pengamanan, atau pembinaan habitat), sehingga masih diperlukan kajian lebih mendalam untuk dapat menentukan layak tidaknya pengambilan individu dari populasi ini. Kami menyarankan adanya rencana pemantauan dan perlindungan khusus untuk populasi Komodo yang tersisa di Cagar Alam Wae Wuul.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: